Sebagai seorang guru
mendapatkan hasil juara merupakan kebangggan tersendiri. Dalam lomba gebyar TIK
yang dilaksanakan setiap tahun oleh Balai Teknologi informasi dan Komunikasi
Pendidikan (BTIKP) Provinsi Kalimantan Selatan, alhamdulillah saya meraih juara
2 kategori Lomba Media Pembelajaran Presentasi (MPP) Jenjang SD di tahun ini
tahun 2016. Meskipun saya hanyalah guru SD yang terletak di kampung Lepasan Kecamatan Bakumpai Kabupaten
Barito Kuala tetapi tekad untuk selalu belajar dan belajar untuk mengembangkan diri terutama bidang TIK
tak akan pernah berhenti. Saya menyadari masih banyak kekurangan ilmu dalam bidang TIK. Berawal dari Diklat di tahun 2014 yang
diselenggarakan oleh BTIKP Prov. Kalimantan Selatan diberitahukan bahwa ada
Gebyar TIK tahun 2014 lomba MPP,Blog Guru dan Website Sekolah. Saya mencoba
mengikuti lomba MPP dengan mengirim konten media seadanya. Setelah pelaksanaan lomba saya
juga dipanggil, pelaksanaan di laksanakan di BP PAUDNI Banjarbaru tahun 2014.
Di Gebyar TIK tahun 2014 saya menayksikan secara langsung para finalis lomba untuk kategori MPP semua jenjang. Sungguh,
betapa miris hati melihat para finalis mempresentasikan hasil konten yang
mereka buat. Betapa menariknya konten media pembelajaran yang mereka buat.
Dalam hati saya berfikir, betapa sedikitnya ilmu yang saya miliki. Dari
pengalaman itu saya ingin mencoba lagi dan berjuang di tahun 2015.
Tahun 2015 Gebyar TIK kembali diadakan, dan saya ikutan mendaftar di lomba MPP jenjang SD. Dari pengalaman tahun sebelumnya tahun 2015 konten yang saya buat lebih baik dari sebelumnya. Tetapi nasib masih tak menaungi, saya hanya dipanggil sebagai peserta. Tetapi kawan satu sekolah dipanggil sebagai finalis lomba. Alhamdulillah kawan satu sekolah menjadi juara 1 di lomba MPP jenjang SD. Semangat dan tekad pun terus bertambah, setiap detil mempelajari cara pembuatan media yang menarik. Bahkan saya mempunyai target untuk menjadi juara di Gebyar TIK tahun 2016. Alhasil, dengan penuh perjuangan dan doa saya mengikuti gebyar TIK untuk ketiga kalinya. Hasilnya saya dipanggil untuk mengikuti final lomba MPP jenjang SD. Di tahun 2016 ada sedikit perbedaan ditahun-tahun sebelumnya. Dimana para finalis terpisah ruangan perjenjang untuk mempresentasikan hasil konten dihadapan dewan juri. Ditahun sebelumnya para finalis terkumpul dalam satu ruangan baik jenjang SD, SMP, SMA dan SMK. Dan yang masuk kategori finalis sudah pasti mendapatkan hadiah dan tropi. Beda di tahun 2016, dimana juara hanya sampai juara 3 beda ditahun-tahun sebelumnya sampai juara harapan 2, dan nominasi finalis tahun 2016 sebanyak 7 – 8 orang. Para finalis berjuang mempresentasikan hasil karya untuk meraih juara 1, 2 dan 3. Dari pengalaman pertama kali masuk final membuat saya gugup karena yang diperebutkan tropi hanya sampai juara 3. Meskipun begitu perjuangan dan doa pun terus berlanjut. Dan alhasil dari 7 finalis yang mempresentasikan konten dihadapan dewan juri, saya meraih juara 2 lomba MPP jenjang SD tahun 2016. Meskipun tidak mencapai target, betapa saya sangat bersyukur dan bangga, karena di tahun 2016 ada berkah yang Allah berikan kepada saya. Saya bisa membawa pulang tropy dan hadiah. Sebagai bahan renungan, bahwasanya untuk meraih cita-cita dan harapan yaitu tak ada kata berhenti untuk belajar dan terus belajar, mengembangkan ilmu dan potensi diri, selain itu pula ada hal lain yang tak bisa dikesampingkan yaitu doa, usaha dan ikhtiar. Meskipun kita bukan orang yang ahli dalam bidang TIK setidaknya ada hasrat hati untuk belajar walau tanpa guru, kita bisa belajar otodidak, karena sekarang zaman canggih semua ada di internet semua tutorial bisa kita dapatkan di internet.
Tahun 2015 Gebyar TIK kembali diadakan, dan saya ikutan mendaftar di lomba MPP jenjang SD. Dari pengalaman tahun sebelumnya tahun 2015 konten yang saya buat lebih baik dari sebelumnya. Tetapi nasib masih tak menaungi, saya hanya dipanggil sebagai peserta. Tetapi kawan satu sekolah dipanggil sebagai finalis lomba. Alhamdulillah kawan satu sekolah menjadi juara 1 di lomba MPP jenjang SD. Semangat dan tekad pun terus bertambah, setiap detil mempelajari cara pembuatan media yang menarik. Bahkan saya mempunyai target untuk menjadi juara di Gebyar TIK tahun 2016. Alhasil, dengan penuh perjuangan dan doa saya mengikuti gebyar TIK untuk ketiga kalinya. Hasilnya saya dipanggil untuk mengikuti final lomba MPP jenjang SD. Di tahun 2016 ada sedikit perbedaan ditahun-tahun sebelumnya. Dimana para finalis terpisah ruangan perjenjang untuk mempresentasikan hasil konten dihadapan dewan juri. Ditahun sebelumnya para finalis terkumpul dalam satu ruangan baik jenjang SD, SMP, SMA dan SMK. Dan yang masuk kategori finalis sudah pasti mendapatkan hadiah dan tropi. Beda di tahun 2016, dimana juara hanya sampai juara 3 beda ditahun-tahun sebelumnya sampai juara harapan 2, dan nominasi finalis tahun 2016 sebanyak 7 – 8 orang. Para finalis berjuang mempresentasikan hasil karya untuk meraih juara 1, 2 dan 3. Dari pengalaman pertama kali masuk final membuat saya gugup karena yang diperebutkan tropi hanya sampai juara 3. Meskipun begitu perjuangan dan doa pun terus berlanjut. Dan alhasil dari 7 finalis yang mempresentasikan konten dihadapan dewan juri, saya meraih juara 2 lomba MPP jenjang SD tahun 2016. Meskipun tidak mencapai target, betapa saya sangat bersyukur dan bangga, karena di tahun 2016 ada berkah yang Allah berikan kepada saya. Saya bisa membawa pulang tropy dan hadiah. Sebagai bahan renungan, bahwasanya untuk meraih cita-cita dan harapan yaitu tak ada kata berhenti untuk belajar dan terus belajar, mengembangkan ilmu dan potensi diri, selain itu pula ada hal lain yang tak bisa dikesampingkan yaitu doa, usaha dan ikhtiar. Meskipun kita bukan orang yang ahli dalam bidang TIK setidaknya ada hasrat hati untuk belajar walau tanpa guru, kita bisa belajar otodidak, karena sekarang zaman canggih semua ada di internet semua tutorial bisa kita dapatkan di internet.
Berdasarkan pengalaman
final di Gebyar TIK tahun 2016 ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam
pembuatan konten media pembelajaran.
1. 1.
Konten harus
menarik
2. 2.
Navigasi
3. 3.
Materi simpel
tidak terlalu banyak
4. 4.
Referensi harus
dimuat baik gambar maupun video
5. 5.
Warna tulisan
harus jelas
6. 6.
Gunakan background
yang sesuai dengan tema
7. 7.
Intro jangan
terlalu lama.
8. 8.
Memuat sk/kd,
materi, evaluasi, referensi dan link rumahbanjar dan btikp
Mungkin itu beberapa hal
yang perlu diperhatikan untuk membuat sebuah konten yang paling diutamakan
adalah konten menarik dan simpel bisa digunakan oleh siswa. Banyak cara untuk
membuat sebuah konten bisa menggunakan powerpoint, autoplay atau flash. Semoga dengan
hal ini para pembaca bisa termotivasi untuk berpartisipasi dalam lomba Gebyar TIK tahun 2017
mendatang, yang penting belajar dan terus belajar kembangkan diri.








0 comments:
Post a Comment