Dewasa ini dunia pendidikan merupakan salah satu faktor yang menentukan
dan bisa menjadi tolak ukur untuk kemajuan dan pencapaian prestasi
suatu bangsa. Seiring dengan perkembangan itu pula teknologi informasi
dan komunikasi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Kemajuan juga
berdampak pada dunia pendidikan. Berbagai teknik dan metode pengajaran
dalam pendidikan sekarang banyak bermunculan seiring dengan semakin
mudahnya akses Information Communication Technology (ICT). Apalagi
dengan kehadiran jaringan iternet, di mana berbagai infmorasi akan mudah
didapatkn oleh semua orang. Iinovasi pendidikan tidak terbendung lagi.
Perkembangan Information Communication Technology (ICT) mempermudah guru
dalam merealisasikan amanat PP No. 19 Tahun 2005. Bentuk realisasi
penggunaan Information Communication Technology diantaranya adalah
diterapkannya E-Learning dalam dunia pendidikan termasuk di sekolah
dasar (SD).Pengertian E-Learning
E- learning terdiri dari dua kata yaitu E yang merupakan kepanjangan dari electronic dan learning. Jika kedua kata itu digabung menjadi satu, maka membentuk satu pengertian yaitu pembelajaran yang berbasis elektronik. Istilah e-Learning atau eLearning mengandung pengertian yang sangat luas, sehingga banyak pakar yang menguraikan tentang definisi E-learning dari berbagai sudut pandang.
Selaras dengan kemajuan teknologi pada masa kini, definisi e-learning atau electronic learning sering kali berubah-ubah. Secara umum, elecrtonic learning adalah pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan serangkaian alat elektronik (LAN, WAN atau internet) untuk menyampaikan isi materi yang akan diajarkan. Komputer, .internet, internet, satelit, tape audio/ video, TV interaktif dan CD ROM merupakan sebagian media elektronik yang tergolong ke dalam kategori ini.
Banyak pakar yang mengemukakan penafsirannya tentang e-learning dari berbagai sudut pandang diantaranya, yatu: Hartley (Hartley, 2001) menyatakan: e-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke pada siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain.
LearnFrame.Com dalam Glossary of eLearning Terms (Glossary, 2001) menyatakan suatu definisi yang lebih luas bahwa: e-Learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer, maupun komputer standalone.
Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa E-learning adalah pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi atau learn based Information Communication Technology (ICT). Penggunaan teknologi informasi dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran, dalam hal administrasi maupun penyampaian materi pelajaran kepada peserta didik.. Interactive e-learning membuat siswa turut berperanserta secara aktif dalam proses pembelajaran.
Tujuan ’E-learning for Education’ untuk SD
- Menjawab tantangan tentang globalisasi informasi dan komunikasi khususnya dalam kegiatan belajar mengajar.
- Penggunaaan E-learning meningkatkan interaksi belajar mengajar menjadi lebih menarik
- E-learning menghapus paradigma bahwa guru adalah sosok yang serba tahu
- Penggunaan E-learning mengajarkan dan membiasakan kepada anak mengenal teknologi
Pelaksanaan Proram
Pelaksanaan Program Sumber materi pelajaran Contoh: Materi bencana alam pada pelajaran IPS disampaikan dengan menayangkan kejadian-kejadian yang berhubungan dengan bencana alam, misal: gunung meletus : Guru menayangkan proses gunung meletus ( bisa didownload di internet)
Dengan pembelajaran konvensional siswa tidak bisa melihat secara langsung bagaimana proses terjadinya gunung meletus tersebut.Deminkian juga bencana banjir, angin puting beliung, dll. Namun dengan menggunakan media ICT, semuanya terlihat dengan sangat jelas. Siswa dapat menyaksikan prosesnya. Materi-materi seperti tersebut di atas tersedia lengkap di internet. Materi tinggal dicaridi internet dan dapat langsung ditayangkan dengan menggunakan LCD.
KBM oleh guru (agar pembelajaran lebih menarik).
Kendala-Kendala Penerapan ’E-learning for Education’
- Belum semua guru mau menerima keberadaan E-learning
- Belum semua guru mampu menguasai dan menggunakan E-learning
- Beberapa media seperti LCD, wireless jumlahnya masih terbatas sehingga penggunaannya harus diatur
- Harga media ICT masih mahal.
- Mengadakan pendekatan persuasif tentang pentingnya E-learning
- Menjalin pola kemitraan dengan pihak-pihak yang peduli dengan pendidikan (kemitraan bisa dijalin dengan perusahaan yang beroperasi di sekitar lingkungan sekolah melalui program comunity development/comdev)
- Mengadakan pelatihan-pelatihan. Misalnya:
- Pelatihan komputer program windows dan excel
- Pelatihan pebuaan bahan ajar dalam power point
- Pelatihan pembuatan e-mail
- Pelatihan pembuatan blog
- Mengupayakan media yang jumlahnya masih kurang (dapat menggunakan dana dari RAPB maupun BOS)
Referensi
https://purwanto65.wordpress.com/2008/06/21/penerapan-program-e-learning-di-sd/
https://gakuseishinsetsu.wordpress.com/2010/01/07/%E2%80%9Cprogram-e-learning-di-sd%E2%80%9D
http://mrcrocbread.blogspot.co.id/2010/10/penerapan-e-learning-dalam-sekolah.html
https://mginanjarsuara.wordpress.com/2015/10/30/e-learning-di-dalam-pembelajaran-sekolah-dasar/









0 comments:
Post a Comment