Dalam kehidupan banyak hal yang telah dijalani, berbagai problema
kehidupan selalu ada bahkan selalu menanti entah kapan dan dimana kita berada.
Pernahkah kita berpikir bahwasanya setiap masalah memberikan sebuah makna
pelajaran bagaimana kita menjalani kehidupan. Kadang banyak hal yang
terlewatkan, tapi kita tak pernah sadar akan hal yang akan membawa kita pada
kebaikan. Semua orang ingin hidup layak, kaya, damai, tentram, serba
berkecukupan, penuh kebahagiaan dan kegembiraan bahkan bermimpi sesuatu yang
indah. Tetapi kadang harapan tak sejalan dengan keadaan, bahkan keadaan berputar
balik seratus delapan puluh derajat dari apa yang dikehendaki. Dengan demikian
apa yang kita rasakan? Haruskah kita berteriak sekeras-kerasnya, mengapa
keadaan ini terjadi?. Memang lumrah
dengan hal yang demikian, kesedihan dan tangisan pasti akan selalu ada disetiap
perkara yang tak sesuai dengan harapan hati. Tetapi pernahkah kita berpikir,
apakah hal yang demikian akan menyelesaikan setiap persoalan?, tentu tidak.
Sebenarnya kita tidak menyadari seberapa besar karunia yang Allah SWT berikan
kepada kita, seberapa besar nikmat yang Allah berikan kepada kita. Pernahkah
kita sadar akan hal itu dan pernahkah kita bersyukur dalam setiap nikmat itu.
Sekarang kita kembalikan kepada diri kita, Allah menciptakan dua mata untuk
melihat lihatlah mereka yang buta, Allah menciptakan telinga untuk mendengar,
lihatlah mereka yang tuli. Allah menciptakan mulut untuk bicara lihatlah mereka
yang bisu. Allah menciptakan kedua tangan untuk bekerja, lihatlah mereka yang
tak bertangan. Allah menciptakan kaki untuk berjalan, lihatlah mereka yang
cacat bahkan tanpa kedua kaki. Dimanakah letak rasa syukur kita kepada Tuhan
yang telah menciptakan jasad kita dengan sempurna?
Masalah kehidupan dunia
hanyalah bagian dari rangkaian kehidupan. Kita hidup di alam fana yang penuh dengan
teka-teki kehidupan. Setiap masalah dan cobaan akan memberikan makna pelajaran,
bagaimana keras dan terjalnya kehidupan. Kita hanyalah insan biasa yang tak
pernah lepas dari salah dan khilaf. Manusia tak ada yang sempurna. Setiap
manusia punya kekurangan dan kelebihan. Janganlah kita berbangga diri dengan
keadaan sekarang, tetapi syukurilah setiap keadaan yang kita jalani. Kita tak
pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri esok hari dan yang akan datang.
Masalah dan cobaan hidup itu laksana bayangan yang selalu ada mengikuti kita
kemanapun dan dimana pun kita berada.
Mengerti akan teka-teki ini pun tidak menjamin kita bisa keluar
darinya. Ada banyak yang menyita perasaan dan pikiran kita. Mulai dari rasa
senang, sedih hingga pikiran yang menantang. Inilah yang menemani hidup kita
sepanjang waktu. Kita terkadang jemu melihatnya dan ingin keluar dari takdir
manusia ini dan melakukan sesuatu yang berbeda. Tetapi apa yang terjadi?
Seperti roda pada sepeda, terkadang kita di atas dan sering pula ada dibawah
agar sepeda itu berjalan, agar hidup itu berjalan kita harus berada secara
bergantian di atas dan di bawah, miskin dan kaya, sukses dan gagal adalah
pasangan yang harus kita miliki akan kendaraan hidup kita tetap berjalan.
Inilah teka-teki kehidupan yang takkan berakhir walaupun kita telah jauh
meninggalkannya. Hanya cukup dengan mengisi sebagian dan meninggalkan sebagian
yang mampu kita lakukan. Dalam dosa ada taubat, dalam kesedihan ada kegemaran
yang mampu mengusirnya. Ada pasangan hidup, ada keinginan pada lawan jenis dan
ada pikiran, semuanya meramu hidup manusia menjadi pelaku utama di muka bumi
ini. Ada galaksi yang menampung kita, namun semuanya tergambar di pikiran kita
bahwa, semua ini adalah teka-teki kehidupan yang tidak hanya sekedar untuk dipecahkan
tetapi harus dilewati dengan tanpa berada dalam lingkaran syetan.
Permulaan hidup bermuara pada hal yang baru dirasakan. Akankah kita
mengerti dan sadar akan setiap keadaan. Kita diberikan akal untuk berfikir dan
mencerna setiap jalan kehidupan. Apa sebenarnya tujuan utama kita hidup? Dan
apa sebenarnya makna hidup? Semua itu sebenarnya kita jalani semenjak kita
dilahirkan, tetapi kita tak mampu menafsirkan dari setiap perjalanan kehidupan.
Berbagai hal telah dilewati semenjak kita dilahirkan dari bayi kemudian jadi
anak-anak, kemudian beranjak dewasa, usia terus bertambah sampai kita tua dan
meninggalkan alam fana yaitu kematian. Dari rangkaian tersebut pernahkah kita
sadari apa makna hidup, apa sebenarnya yang kita kejar dalam dunia ini. Orang yang
mengetahui dunia dari sisi kulit seperti orang yang memakan buah hanya kulitnya
saja. Ia tidak mengetahui hakikat kehidupan dunia sebenarnya. Orang demikian
adalah orang yang tidak akan merasakan kebahagiaan, karena dirinya selalu
diliputi rasa kekhawatiran dan kegelisahan. Yakni rasa khawatir tidak kebagian,
khawatir tidak mendapatkan lebih banyak. Dan jika sudah mendapatkannya, ia
tetap merasa khawatir jika apa yang digenggamnya hilang atau berkurang.
Orang yang
mengenal hakikat kehidupan ini menjadikan arena kehidupan ini sebagai ujian
bagi dirinya, sehingga ia selalu waspada, berhati-hati, serius untuk memberikan
jawaban dengan tepat dan benar. Sesungguhnya seseorang baru akan menikmati
kebahagiaan demi kebahagiaan jika ia mengetahui hakikat kehidupan sebenarnya
sehingga menjadikan dunia ini sebagai alat beribadah dan ujian bagi dirinya.
Marilah renungkan bagaimana ukuran kenikmatan materi fisik (kebendaan) itu
diibaratkan. Ia seperti menikmati hidangan makan di waktu lapar dengan menu
spesial. Kenikmatannya hanya dirasakan sekian menit saja, tapi efek
ketidaknyamanan akibat kekenyangan dirasakan selama berjam-jam.
Islam membimbing umatnya menemukan
solusi dalam menghadapi persoalan kehidupannya bahwa masalah yang membelit
kehidupannya sebagai ujian dan cobaan dari Allah SWT maka hadapilah dengan
sabar. Firman Allah SWT: "Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar
dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang
sabar." Islam mengajarkan umatnya dalam menyelesaikan masalah yang
membelit kehidupan selain sabar dan salat disertai akal sehat. Kemampuan akal
mencari solusi dari permasalahan yang melilit kehidupannya ditentukan oleh
kecerdasannya intelektual dan spritualnya. Namun seringkali seseorang
kehilangan akal sehatnya. Dalam setuasi berhadapan dengan penderitaan
kemiskinan, kelaparan atau berada antara hidup dan mati ia lebih tekun
beribadah. Tetapi setelah segala kesusahan hidupnya berlalu ia kembali ke jalan
semula bahkan menjadi hamba Allah SWT yang mengingkari perintahnya. Sebagaimana
firman Allah SWT yang artinya. "Dan apabila manusia ditimpa kemudharatan
ia memohon pertolongan kepada Allah dengan kembali kepadaNya. Kemudian apabila
Allah memberikan nikmatNya lupalah ia akan kemudharatan yang dulu ia pernah
berdo’a kepada Allah untuk menghilangkannya. Dan dia mengada ngada sesuatu
sekutu bagi Allah untuk menyesatkan manusia dari jalanNya. Katakanlah
bersenang-senanglah dengan keingkaranmu itu sementara waktu. Sesungguhnya kamu
termasuk penghuni neraka. "(QS. AZ Zumaar: 8).
Dunia yang
begitu indah dan manis terkadang membuat terlena orang yang tinggal di
dalamnya. Sehingga tidak sedikit dari kaum muslimin yang terlupakan akan
kampung abadinya yaitu kampung akhirat. Begitu fenomena masalah kehidupan
mampukah kita jadikan inspirasi dalam menjalani kehidupan ini. Seperti kata
bijak dari Kahlil Gibran “Inspirasi selalu bernyanyi karena inspirasi tidak
pernah menjelaskan”. Perbanyaklah beristigfhar, bersabar, ikhlas dan bersyukur,
maka engkau akan mendapatkan kedamaian dunia dan akhirat.








Semoga bermanfaat
ReplyDelete